Laki-laki menggunakan sarung sebagai bentuk formalitas sehari-hari atau atribut saat bekerja. Cara memakai sarung masyarakat Tengger juga sangat beragam, ada yang melipatnya hingga pinggang, diselempangkan, dan lainnya.
Tetapi bagi perempuan Tengger, sarung merujuk pada status sosial. Sehingga cara memakainya berbeda-beda. Misalnya, memakai sarung dengan menyimpulkannya kebagian depan, tandanya wanita itu sudah menikah. Jika memakainya dengan menyimpulkan kebagian kiri, tandanya sudah berstatus janda.
Sedangkan, wanita yang masih gadis atau belum menikah memakai sarung dengan cara menyampaikannya ke belakang. Tradisi memakai sarung bagi masyarakat Tengger ini sudah dilakukan secara turun-temurun.
Demikian alasan mengapa suku tengger selalu memakai sarung. Semoga dapat menambah wawasan dan terimakasih.
(Salman Mardira)