Mengulik Fibroadenoma Mammae, Operasi Tumor yang Dilakoni Marshanda

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Sabtu 12 November 2022 08:00 WIB
Marshanda, (Foto: Instagram @marshanda99)
Share :

Fibroadenoma mammae yang tidak bertambah besar dan tidak berisiko kanker bisa dipantau ketat oleh dokter. Pemantauannya, dilakukan dengan pemeriksaan fisik payudara dan pencitraan, contohnya mammografi dan ultrasonografi (USG).

Biasanya, dokter akan mempertimbangkan operasi fibroadenoma mammae pada pasien dengan kondisi khusus. Misalnya benjolannya menimbulkan nyeri, pasien cemas benjolan akan berkembang menjadi kanker payudara, ada riwayat kanker dalam keluarga, fibroadenoma telah mengubah bentuk asli payudara dan hasil biopsi payudara yang mencurigakan.

Paska operasi pengangkatan tumor, benjolan di payudara tetap berpeluang untuk kembali tumbuh, baik di tempat yang sama atau di bagian lain dari payudara.

Nah, operasi fibroadenoma mammae menjadi pilihan dengan dua faktor. Pertama, fibroadenoma berukuran sangat besar, semakin lama semakin membesar, atau menimbulkan gejala tertentu. Lalu yang kedua, lewat pemeriksaan fisik, pencitraan, atau biopsi payudara menunjukkan hasil yang tidak normal. Demikian sebagaimana dirangkum MedlinePlus dan Mayoclinic, Sabtu (12/11/2022).

 BACA JUGA:Mengenal Manfaat dan Efek Samping Operasi Lasik Mata, Ternyata Tidak Terlalu Sakit

BACA JUGA:Tips Mengetahui ASI Sudah Basi, Bunda Wajib Baca!

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya