Pembenahan itu sudah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yaitu dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung meliputi preservasi jalan dan jembatan, penataan kawasan mangrove tahura, dan rehabilitasi Waduk Nusa Dua, Bali.
Kawasan Tahura ini bersebelahan dengan Waduk Muara Nusa Dua memiliki sumber air baku dengan kapasitas 500 liter/detik untuk menyuplai kawasan Kuta, Nusa Dua, dan Tanjung Benoa. Air baku itu dikelola oleh PDAM Kabupaten Badung.
Kawasan Tahura
Keberadaan Tahura Ngurah Rai untuk mereduksi hantaman gelombang dari lautan. Hutan bakau ini berfungsi sebagai laboratorium alam untuk penelitian dan lahan konservasi bagi beberapa jenis burung maupun hewan langka.
Tahura Ngurah Rai menjadi rumah bagi beberapa jenis satwa, seperti biawak dan burung bangau. Hutan ini memiliki konfigurasi medan berupa daratan yang dipengaruhi pasang surut air laut dan kemiringan tanah ke arah timur, dengan ketinggian antara 0-3 meter di atas permukaan laut.
Potensi biotik yang terperam dalam tahura ini, antara lain jenis tumbuhan perepat (Sonneratia alba), benuang laki (Duabanga moluccana), mangrove hitam (Aegiceras corniiculatum), bakau kurap (Rhizophora mucronata), serta tumbuhan bawah semisal tuba laut (Derris heterophylla), bakau suci (Acanthus ilicifolius), dan api-api putih (Avicennia maria).
Adapun burung yang hidup dalam kawasan ini adalah burung jenis cikalang besar (Fregeta minor), angsa batu cokelat (Sula leucgaster), dara laut (Sterna hirundo), cekakak sungai (Halcyon chloris), perkutut (Geopelia striata), dan tekukur (Streptopelia chinensis). Ada juga penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan teripang (Echinodermata).
Untuk menikmati keindahan tahura ini bisa berjalan kaki menyusuri titian yang terbuat dari kayu. Di kanan-kirinya, bisa melihat tanaman bakau yang tumbuh menjulang.