Sementara, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini berujar, keikutsertaan Indonesia pada WTM London 2022 sekaligus memfasilitasi 36 pelaku pariwisata Indonesia yang terdiri dari biro perjalanan wisata, tour operator, destination management company, dan jaringan hotel terkenal agar dapat mengaktifkan kembali bisnis mereka melalui pameran pariwisata global.
Pelaku pariwisata tersebut menawarkan berbagai paket wisata menarik, termasuk Bali dan lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) yang menjadi andalan Indonesia.
Lima DPSP itu adalah Danau Toba di Sumatra Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Likupang di Sulawesi Utara.
Target yang diharapkan dari keikutsertaan Indonesia pada WTM London 2022 ini sebesar 29.500 pax/per orang dengan nilai transaksi wisman diharapkan mencapai Rp322,28 miliar atau 20,578,512 dolar AS.