Empu Gandring menggunakan kekuatan gaib untuk menyelesaikan tugas dari Ken Arok itu. Dia melakukan sejumlah ritual sebelum memilih bahan untuk membuat sebilah keris bertuah untuk Ken Arok.
Keris itu dibuat dengan bahan batu meteor yang jatuh dari langit, dan dicelup ke bisa ular dalam proses pembuatannya. Saat Empu Gandring tengah menyelesaikan pembuatan sarungnya, Ken Arok datang untuk mengambil keris tersebut karena waktu yang ditentukan sudah tiba.
Ironisnya, Empu Gandring menjadi korban pertama keris bertuah buatannya setelah Ken Arok menusuk pandai besi itu karena dianggap tak menyelesaikan keris tersebut tepat waktu. Pasalnya, Empu Gandring belum menyelesaikan sarung keris tersebut.
2. Kutukan Desa Karang Kenek
Keberadaan kutukan di Dusun Karang Kenek yang berlokasi di Situbondo, Jawa Timur ini dikutuk untuk sepi dan tidak memiliki populasi yang banyak. Sejak adanya dusun tersebut hingga saat ini, mereka hanya memiliki 26 kepala keluarga saja tidak berkurang dan tidak bertambah.
Jika angka kepala keluarga (KK) bertambah biasanya akan ada yang meninggal atau dikarenakan tidak betah sehingga imigrasi keluar dusun. Sehingga masyarakat menyimpulkan jika dusun ini tidak ingin adanya orang baru masuk dan menetap.
Padahal, jika dijadikan pemukiman kawasan ini sangat baik karena lokasinya berada di tengah hamparan sawah dan perbukitan seluas 2 hektar. Oleh karena itu, rumah pemukiman tidak banyak dan desa terasa sepi sekali.
3.Warga Desa yang Mendapat Kutukan Menjadi Batu
Dikisahkan, pada zaman dahulu ada seorang putri raja yang kehilangan alat tentunnya. Melihat putrinya kehilangan benda yang amat berharga, sang raja tidak tinggal diam. Raja membuat sayembara untuk seluruh masyarakatnya.
Ia akan menikahkan putrinya dengan orang yang menemukan alat tenun itu. Betapa kagednya raja, alat tenun itu justru ditemukan oleh anjing kerajaan.
Murka sang raja tidak terelakan. Ia mengutuk seluruh warga desa menjadi batu. Desa yang dikutuk menjadi batu ada di dalam goa Desa Cabbeng, Bone, Sulawesi Selatan.