Setelah melalui proses panjang diskusi dengan dokter di Gambia, dengan profil pasien di Gambia serupa dengan yang ada di Indonesia. Pada kasusnya di Gambia setelah penarikan obat, angka kejadian menurun drastis lalu kemudian dilakukan pemeriksaan ke arah intoksikasi.
Pada evaluasi IDAI dari 18 hingga 20 Oktober 2022 ditemukan banyak kadar Etilen Glikol (EG) di dalam darah pasien gangguan ginjal akut. Meski pasien sudah cuci darah, namun kadar dari EG masih cukup tinggi.
“Rupanya memang banyak kadar Etilen Glikol (EG) yang melebihi batas di dalam darah para pasien kami, walau sudah dilakukan cuci darah,” terang dr. Piprim
“Kita bisa bayangkan, itu pasien sudah dicuci darah hasil EGnya masih tinggi. Ya artinya tinggi sekali sebelumnya,” imbuhnya.
(Foto: tangkapan layar Youtube DPR RI)