GANGGUAN ginjal akut masih terus menghantui masyarakat Indonesia, terutama para orang tua. Dari catatan data terkini, angka kasusnya kini sudah menembus hingga 325 kasus dan setidaknya sudah 159 pasien meninggal dunia.
Upaya menemukan penyebab pasti munculnya gangguan ginjal akut pada anak ini terus dilakukan oleh banyak pihak, termasuk para dokter anak.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengungkap IDAI melakukan berbagai upaya untuk mengetahui apa penyebab dari gangguan ginjal akut (GGA). Awalnya, GGA muncul diduga sebagai Syok Hipovolemik atau dehidrasi berat, Sindrom Hemolitik Uremik pasca diare, Glomerulonefritis akut, namun hasilnya tidak ditemukan.
Para dokter anak, bahkan sempat menduga gagal ginjal akut ini sebagai dampak dari Long Covid, (MISC Pasca Covid) dan dilakukan terapi sebagai MISC. Namun, meski sudah dilakukan terapi tapi kondisi pasien tetap tak tidak membaik.
Dokter Piprim menyatakan cukup frustasi kala itu karena melihat kondisi pasien tak kunjung membaik dan ditambah angka kematian yang terus bertambah.
“Ini kita stres sendiri ya, anak-anak itu masuk rumah sakit, meninggal dan meninggal,” ujar dr. Piprim, saat Raker Komisi IX dengan Menteri Kesehatan RI dan RDP dengan BPOM, dikutip dari kanal Youtube DPR RI, Selasa (2/11/2022).