Kesemutan Tanda Gejala Saraf Terjepit

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 31 Oktober 2022 09:18 WIB
Ilustrasi Saraf Terjepit (Foto: Healthline)
Share :

SARAF terjepit termasuk salah satu kondisi yang terjadi saat tulang belakang dan bagian lain dari tubuh tertekan oleh jaringan di sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, bahkan kesemutan.

Umumnya, saraf terjepit terjadi di punggung, leher, lengan dan kaki. Lantas, apa pengertian saraf terjepit? Bagaimana gejala, penyebab, faktor risiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

Melansir dari Cleveland Clinic, saraf terjepit adalah kondisi dimana jaringan di sekitar saraf yang menekan akar saraf dan menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di berbagai area tubuh.

Dalam banyak kasus, penyebabnya kondisi ini adalah disk hernia yang terlepas di antara tulang belakang di sumsum tulang belakang dan menekan saraf tulang belakang yang turun ke kaki.

Sebagian besar saraf terjepit berasal dari leher (radikulopati servikal), punggung tengah atas (radikulopati toraks), atau punggung bawah (radikulopati lumbal). Tak sedikit yang mengalami saraf terjepit di tangan, siku, dan pergelangan tangan (sindrom terowongan karpal untuk pergelangan tangan).

Melansir dari Mayo Clinic, gejala saraf terjepit yang mungkin dirasa penderita, antara lain:

- Mati rasa atau penurunan sensasi di area yang disuplai oleh saraf

-Rasa sakit yang tajam, rasa terbakar yang dapat menyebar ke luar

-Sensasi kesemutan atau parestesia

-Kelemahan otot di daerah saraf terjepit

Melansir dari Mayo Clinic, saraf terjepit terjadi saat jaringan sekitar saraf terlalu memberikan banyak tekanan (kompresi) pada saraf. Dalam beberapa kasus, jaringan ini berupa tulang atau tulang rawan. Namun,otot atau tendon dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Sementara pada kasus sindrom terowongan karpal, berbagai jaringan mungkin bertanggung jawab untuk kompresi saraf median terowongan karpal, termasuk selubung tendon yang membengkak di dalam terowongan, tulang yang membesar yang menyempitkan terowongan, atau ligamen yang menebal dan merosot.

Adapun sejumlah kondisi dapat menyebabkan jaringan menekan saraf atau saraf, termasuk:

-Cedera

-Rheumatoid atau radang sendi pergelangan tangan

-Stres dari pekerjaan yang berulang

-Hobi atau kegiatan olahraga

-Kegemukan

Jika saraf terjepit hanya dalam waktu singkat, umumnya tidak ada kerusakan permanen. Saat tekanan berkurang, fungsi saraf kembali normal. Namun sebaliknya, jika tekanan berlanjut dapat menyebabkan nyeri kronis dan kerusakan saraf permanen.

Tidak semua saraf terjepit dapat dicegah, namun dapat menurunkan risiko terjadinya keadaan ini, dengan:

-Mempertahankan berat badan yang sehat dan postur yang baik.

-Melakukan latihan peregangan untuk menjaga otot tetap kuat dan fleksibel.

-Jangan duduk atau berbaring dalam satu posisi terlalu lama, atau menyilangkan kaki untuk waktu yang lama.

-Membatasi dan beristirahat dari gerakan berulang (seperti mengetik).

Demikian pemahaman terkait saraf terjepit yang tak banyak orang tahu. Sebisa mungkin menjaga aktivitas tubuh dan berat badan agar terhindar dari keadaan ini.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya