4. Suku Samin
Suku samin juga biasa disebut Wong Rikep yang bermukim di Blora, Pati, dan Bojonegoro. Suku Samin memiliki sebuah ajaran bernama Samin Surosentiko yang muncul pada masa kolonial Belanda. Masyarakat samin sebagai salah satu kelompok etnik yang ada di Indonesia tentu memiliki nilai- nilai budaya yang berbeda dengan masyarakat lainnya.
5. Suku Polahi
Polahi adalah para pencari rotan dan damar pada masa kolonialisme yang kemudian memilih dan menetap di hutan dan kemudian tidak lagi kembali ke kampung halaman mereka sampai setelah Gorontalo merdeka pada tahun 1942. Polahi dalam bahasa Gorontalo sendiri berarti pelarian. Masa itu orang-orang Polahi melarikan diri untuk menghindari kerja paksa.
Komunitas Polahi tidak terjadi interaksi antar kelompok melainkan hanya antar anggota keluarga dalam satu keturunan atau kelompok.Kelompok-kelompok ini bila sering bertemu, timbul perkelahian. Cara bertahan hidup suku ini adalah dengan berburu dan hidup secara transisi atau nomaden.
6. Suku Anak Dalam
Suku Anak Dalam dikenal juga dengan nama Suku Kubu, yang tinggal di kawasan hutan dataran rendah di Sumatera Tengah, khususnya Jambi. Namun dari suku ini sendiri, tak pernah ada yang menyebut dirinya berasal dari suku Kubu, karena penamaan tersebut dianggap menghina.
Suku Anak Dalam ini merupakan penamaan yang menggeneralisasi dua kelompok yang tinggal di wilayah tersebut, yaitu Orang Rimba dan Suku Batin. Suku Anak Dalam sangat menggantungkan hidupnya terhadap sumber daya alam yang ada di hutan. Mata pencaharian dari suku ini adalah meramu hasil hutan dan berburu.