Tidur atau tidak tidur
Labih lanjut dr. Lee berkata; “Jika siang hari di tempat tujuan dan Anda sedang terbang, sebaiknya hindari tidur,”.
“Jika tidak, jam internal tubuh Anda tidak akan cocok dengan zona waktu tujuan Anda. Di sisi lain, jika malam di tempat tujuan Anda, maka tidur akan membantu menyelesaikan siklus sirkadian Anda," sebut dia.
Tetap terhidrasi
Studi menemukan bahwa penumpang kehilangan 465 ml air per jam dalam penerbangan melalui kulit dan pernapasan dibandingkan 125ml/jam pada biasanya.
“Penumpang penerbangan berada pada peningkatan risiko dehidrasi. Tekanan kabin yang lebih rendah menurunkan tingkat oksigen relatif, dan kelembaban kabin yang lebih rendah berarti penumpang kehilangan air yang lebih banyak,” papar dr. Lee.
“Dehidrasi memiliki dampak negatif pada sistem kekebalan tubuh, dan berkontribusi pada perasaan mabuk udara, mual dan muntah,” lanjutnya.
Tak hanya itu, dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan sakit kepala, membuat jeda waktu semakin parah.