Mengenal Tradisi Tato Suku Dayak, Warisan Leluhur Sejak Sebelum Masehi

Prisca Arianto, Jurnalis
Sabtu 29 Oktober 2022 17:02 WIB
Suku Dayak (Foto: Shutterstock/Akmal Luthfi M)
Share :

MASYARAKAT suku Dayak yang mendiami Pulau Kalimantan sangat menjaga adat budayanya. Salah satu tradisi unik warga Dayak adalah mentato tubuhnya. Bahkan masyarakat Dayak sudah mengenal tato sejak tahun 1500 hingga 500 Sebelum Masehi.

Dalam jurnal "Pemaknaan dan Konsekuensi Budaya Tato pada Suku Dayak" dari Universitas Surabaya disebutkan bahwa masyarakat Dayak menganggap tato sebagai warisan dan aspek ritual yang suci.

 BACA JUGA:5 Tradisi Sadis di India yang Masih Dilestarikan, Lempar Bayi hingga Makan Daging Manusia

Tradisi tato diwariskan turun-temurun hingga kini. Tato pada suku Dayak disebut "tutang". Tato bagi suku Dayak tidak hanya sekadar lukis tubuh saja, tapi juga bagian dari identitas status sosial bahkan alat komunikasi nonverbal.

 

Melalui tato di tubuhnya, masyarakat suku Dayak juga bisa menceritakan pengalaman hidupnya. Masyarakat suku Dayak percaya bahwa tato warna hitam akan berubah menjadi penerangan jalan menuju keabadian, tepat setelah mereka meninggal.

 BACA JUGA:5 Tradisi Unik Orang Sumba, dari Prosesi Pernikahan hingga Kematian

Motif tato yang biasa digunakan masyarakat Dayak, adalah Burung Enggang. Burung Enggang adalah burung endemik dari Kalimantan yang memang dikeramatkan.

Tidak hanya motif burung Enggang, motif lainnya seperti bunga, wajah seseorang, tumbuhan dan huruf. Setiap motif memiliki makna dan arti yang berbeda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya