"Sebagai generasi muda, kami sangat menyadari bahwa fast fashion telah menjadi masalah besar bagi lingkungan kita, dan bagaimana hal itu perlahan-lahan menghancurkan bumi kita. Kami berharap untuk mendukung para generasi muda untuk lebih mencintai produk lokal yang eco-friendly,” Isabella dalam keterangan resminya, Kamis (27/10/2022).
Banyak orang memilih untuk membeli pakaian bekas, guna memperpanjang umur pakaian tersebut demi mencegah kenaikan jumlah pakaian di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang cenderung sulit diolah.
"Belakangan ini, brand lokal telah mendapat pusat perhatian masyarakat Indonesia karena mereka sedang mendominasi industri busana," kata wanita yang menjabat sebagai CEO itu.
(Martin Bagya Kertiyasa)