Thrifting Jadi Solusi Gaya Maksimal dengan Modal Minim

Syifa Fauziah, Jurnalis
Kamis 27 Oktober 2022 13:34 WIB
Thrifting. (Foto: Shutterstock)
Share :

TREN membeli baju bekas atau thrifting memang menjadi opsi paling memungkinkan, ketika ingin bergaya tapi tidak memiliki bujet lebih. Tidak heran jika metode ini digemari oleh generasi milenial dan Gen Z.

Dilansir dari Good Stats, Kamis (27/10/2022) menurut data survei, mayoritas responden atau sekitar 49,4 persen mengaku pernah membeli barang fesyen bekas dari hasil thrifting. Sementara, sejumlah lainnya sekitar 34,5 persen mengaku belum pernah mencoba thrifting. Sedangkan, sisanya sebanyak 16,1 persen memilih untuk tidak akan pernah mencoba membeli barang hasil thrifting.

Adapun, dalam usaha thrifting, tidak hanya barang bekas bermerek dan ternama saja yang bisa diperjual-belikan kembali. Namun, apabila barang bekas tersebut masih berfungsi dengan baik serta kualitasnya masih layak, maka barang itu boleh dijual. Ini bisa jadi salah satu solusi bagi orang-orang yang ingin bergaya dan memiliki barang bermerek namun bisa didapat dengan harga murah.

Sementara itu, untuk tempat berburu barang fashion, sebanyak 46,4 persen menjawab bahwa mereka membeli pakaian atau produk fesyen di website dan aplikasi online shopping. Ada pula 42,5 persen responden mengaku membeli barang fesyen mereka di pusat perbelanjaan, 9,2 persen orang mengaku memperoleh barang-barang fashion dari media sosial. Sedangkan, sisanya sebanyak 1,9 persen membeli barang-barang fesyen mereka di toko.

Melihat tingginya masyarakat yang tertarik pada fashion thrifting, Isabella Indrasasana menggelar event Slow Move Bazaar. Slow Move merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan acara dengan tujuan menyediakan platform fisik untuk berkembangnya kultur slow movement di Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya