"Terjadi lonjakan kasus akibat cemaran senyawa sehingga bukan karena Covid-19 atau vaksinasi maupun infeksi Covid-19. Kemenkes terus melakukan investigasi dengan penelitian-penelitian dan akhirnya menjurus ke adanya toksikasi senyawa yaitu etilen glikol," jelasnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengungkapkan, dalam darah anak-anak terbukti ditemukan. Senyawa yang diklaim berbahaya yaitu etilen glikol.
Sehingga dapat dipastikan bahwa rusaknya ginjal karena senyawa tersebut. "Jauh lebih pasti dibandingkan sebelumnya, karena memang terbukti di anak-anak ada. Di darah anak terbukti mengandung senyawa ini (etilen glikol)," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
(Dyah Ratna Meta Novia)