3. Atur suasana kamar: Disarankan untuk mengganti kasur setiap tujuh tahun sekali, tetapi jika berat badan Anda bertambah, mungkin perlu dilakukan lebih cepat. Meskipun tidak terbukti secara ilmiah, hal itu bisa membantu. Atur suasana kamar dengan aroma terapi, diffuser, lilin beraroma, dan hal-hal seperti minyak pewangi dapat membantu mempercepat tidur. Menciptakan lingkungan yang santai dan nyaman akan meningkatkan peluang seseorang untuk mendapatkan tidur malam yang baik.
4. Tidur sendirian: Dokter Lindsay Browning mengatakan bahwa seseorang cenderung akan tidur jauh lebih baik secara terpisah atau sendirian. Meskipun itu bukan pilihan yang cocok untuk semua orang, namun bagi sebagian orang cara ini bisa membantu. Dicoba tidak ada salahnya kan?
5. Olahraga: Olahraga berdampak langsung pada kebutuhan tidur seseorang di malam hari. Bahkan olahraga ringan seperti jalan cepat juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Namun inggat, sangat penting untuk menghindari olahraga yang terlalu dekat dengan jam tidur, karena pelepasan endorfin dan adrenalin dapat mengganggu tidur.
6. Bantuan Klinis (CBT-I): Jika cara - cara di atas tidak ada yang berhasil, mungkin perlu bantuan klinis atau terapi. Terapi yang sering dilakukan adalah terapi perilaku kognitif untuk insomnia, atau yang sering disebut sebagai CBT-I. Terapi ini adalah program terstruktur yang membantu penderita insomnia untuk mengidentifikasi dan mengganti pikiran dan perilaku yang menyebabkan atau memperburuk masalah tidur dengan kebiasaan yang mendorong tidur nyenyak. Tidak seperti obat tidur, CBT-I juga bisa membantu mengatasi penyebab insomnia.
(Rizky Pradita Ananda)