Meski demikian, dengan kasus gangguan ginjal akut pada anak ini, Penny tak menampik jadi momentum untuk BPOM agar kembali meningkatkan dan memperketat pengawasan dari sisi pos market.
Selanjutnya, BPOM diungkap Penny akan lebih teliti dalam melakukan verifikasi terhadap data-data yang diberikan oleh industri farmasi.
“Di Indonesia ini perbedaan kapasitas dari industri dengan quality control yang baik, tentunya bervariasi. Jadi pertimbangan BPOM dengan situasi yang di hadapi ini, kita akan lebih memperketat pre market dan juga ke depannya adalah post market. Pengawasan terhadap obat jadinya juga akan kita lakukan secara berbasiskan resiko,” pungkas Penny panjang lebar.
(Rizky Pradita Ananda)