SEORANG perawat bernama Georgina Aitken mengaku kehilangan tas kopernya dalam penerbangan dengan pesawat Jetstar. Tas dan isinya yang diperkirakan senilai Rp46 juta itu hilang saat wanita itu terbang dari Auckland, Selandia Baru ke Rarotonga di Kepulauan Cook.
Georgina Aitken berasal dari Invercargill, Selandia Baru. Dia terbang bersama pasangannya ke Rarotonga pada 17 September lalu untuk mengunjungi orangtuanya. Tapi, setelah mendarat, Aitken malah kehilangan kopernya.
Dia sudah meminta bantuan staf bandara dan pihak maskapai. Namun, lebih 30 hari menunggu, nasib kopernya yang senilai USD3.000 atau sekira Rp46 juta tak jelas.
“Tas saya tidak pernah tiba di salah satu pesawat. Saya menelepon nomor 0800 (Jetsar) beberapa kali selama liburan, mereka menyatakan hal yang sama ‘masih dalam pelacakan’,” kata Aitken seperti dilansir dari Traveller, Jumat (21/10/2022).
Aitken mulai kesal, khawatir, dan frustasi karena tidak ada yang bisa membantunya. Ia mulai mencari sendiri kopernya yang hilang.
Akibat kehilangan tasnya, ia harus membeli pakaian baru, pakaian dalam, tas dan perlengkapan mandi selama berada di Rarotonga, meskipun beberapa barang bernilai sentimental dalam tasnya tidak dapat tergantikan.
Sampai kembalinya ke rumah, Aitken mengatakan, jika ia telah menelepon pusat kontak Jetsar, Bandara Auckland, dan petugas bagasi beberapa kali, dan tidak ada yang bisa memberi tahu informasi terbaru keberadaan tasnya.
“Mereka tidak bisa memberi tahu saya apa-apa, dan menyatakan bahwa mereka masih terus melacak tas itu,” ungkap perawat wanita tersebut.
Petugas bagasi memberi tahu kepada Aitken, jika mereka membutuhkan waktu sektiar lima hingga 15 hari kerja untuk menemukan tas yang hilang. Namun, telah lebih dari 30 hari kerja, tak ada informasi terbaru mengenai tasnya hingga dia menjadi hilang kepercayaan.
Aitken khawatir tasnya bukan hilang namun, dicuri oleh orang yang tak bertanggung jawab. Dirinya pun mengungkapkan rasa kecewa, frustasi, dan sedih dengan seluruh pengalaman dengan Jetsar.
“Saya merasa sangat menghabiskan banyak waktu dengan kesal, khawatir, dan frustasi selama liburan saya, dan dalam sambungan telepon, saya telah diputus dua kali,” ungkapnya.