MENGUAK misteri leluhur orang Madagaskar yang ternyata berasal dari suku Banjar, Indonesia. Banjar merupakan suku terbesar kedua yang menempati Pulau Kalimantan setelah Dayak.
Urang Banjar atau orang Banjar banyak tinggal di Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sejak dulu, orang Banjar memang bermigrasi ke luar daerahnya hingga tersebar sampai Madagaskar.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa nenek moyang orang Madagaskar berasal dari suku Banjar yang hijrah lebih dari 1.000 tahun lalu.
Dikisahkan bahwa ada 30 perempuan pertama mendarat di Pulau Madagaskar pada abad ke-9 Masehi, setelah kapal mereka tumpangi tenggelam di laut. 28 dari perempuan itu ternyata dari Indonesia, sisanya Afrika. Mereka kemudian beranak-pinak hingga jadi banyak.
BACA JUGA:Mengenal Pelarungan Padaw Tuju Dulung, Ritual Syukur ala Warga Tarakan
Pada milenium kedua, sebelum orang Eropa datang ke Afrika Timur, kaum Banjar dari Borneo Tenggara berlayar 7.000 kilometer menyeberangi Samudera Hindia dan mengkolonisasi Kepulauan Komoro dan Madagaskar.
Fakta geografi manusia
Para ilmuwan telah lama berdebat mengenai asal-usul orang Madagaskar. Usaha sebelumnya untuk menentukan lokasi asal orang Madagaskar di Asia menunjuk pada Kalimantan secara umum sebagai potensial sumber.
Bahkan sejarawan terkemuka, Jared Diamond menyebutkan "fakta tunggal paling memukau dari geografi manusia.''
Namun, belum ada populasi sumber yang secara tegas teridentifikasi. Bahkan, Riset kolaboratif internasional yang terdiri dari para ilmuwan tim Profesor Herawati Sudoyo di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Riset mengidentifikasi orang Banjar sebagai populasi sumber dari migrasi yang menakjubkan ini.
Menganalisis 3.000 genom orang dari 190 populasi dari sekitar wilayah Samudera Hindia, termasuk 30 populasi dari Indonesia, Madagaskar, dan Komoro. Penelitian ini merupakan yang pertama menggabungkan data dan hipotesis dari riset linguistik, arkeologis, dan genetik tentang masyarakat Kamoro dan Madagaskar.
BACA JUGA:Ratusan Warga Natuna Gelar Ritual Mandi Safar di Tepi Laut, Apa Maknanya?
Bahasa, budaya, dan genetika
Meski dekat dengan Afrika, ahli linguistik telah lama menemukan bahwa, kosakata bahasa Malagasy secara menakjubkan sebagian besar berasal dari sebuah bahasa yang dulu dituturkan sepanjang lembah Sungai Barito di Kalimantan Tenggara.
Disisi lain, ahli arkeologi juga menemukan bukti kultural, seperti teknik pembuatan besi, perahu layar, dan instrumen musik, seperti xilofon, dan budidaya seperti umbi-umbian (makanan tropis). Semua ini mendukung adanya hubungan yang kuat dengan Asia.
Tidak hanya itu, studi genetika juga secara umum mengkonfirmasi asal usul populasi Madagaskar dan Komoro yaitu berasal dari Afrika dan Asia.