"Ini pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya dinas pariwisata maupun stakeholder terkait lainnya yang mendukung pariwisata di Jatiluwih. Mudah-mudahan, ke depan ada sebuah konsep yang baik dan bagus ataupun masterplan yang bagus untuk mengangkat Jatiluwih," ujar Sanjaya.
Dirinya mengingatkan, pembangunan di heritage Jatiluwih harus dijaga karena ada sawah dan panorama yang harus dilindungi, sehingga tidak bisa sembarangan membangun infrastrukturnya.
Namun, pihaknya yakin dengan adanya keterlibatan universitas masuk di desa adat, desa dinas, dan objek-objek wisata, pasti memiliki sebuah kajian akademis yang baik, sehingga apa yang menjadi pengalaman, pembelajaran, dari pendidikannya tersebut diaplikasikan pada objek-objek tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Tabanan memberi apresiasi kepada Poltekpar Bali dan Desa Jatiluwih yang melakukan sebuah kerja sama berupa MoU di desa wisata itu," tandasnya.
(Rizka Diputra)