Ancaman Ginjal Akut Misterius, Orangtua Harus Waspadai Penurunan Kuantitas Urin!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2022 11:39 WIB
Sakit ginjal akut (Foto: Lots a helping hands)
Share :

PENEMUAN kasus anak-anak mengalami gangguan ginjal akut misterius masih menjadi sorotan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkap sudah ada 131 kasus ditemukan beserta sebaran lokasinya.

Penamaan gangguan ginjal akut misterius, karena hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Berikut sebarannya, disampaikan Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K):

 

-Jakarta

-Jawa Barat

-Jawa Tengah

-Banten

-Bali

-Kalimantan Timur

-Kalimantan Selatan

-Sulawesi Selatan

-Aceh

-Sumatera Barat

-Jambi

-Kepri (Kepulauan Riau)

-Papua Barat

-NTT

"Kemudian provinsi ada 14, Jakarta, Jabar, Jateng, Banten, Bali, Kaltim, Kalsel, Sulsel, Aceh, Sumbar, Jambi, Kepri, Papua Barat, dan NTT," ungkap Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K).

 BACA JUGA:Ayah Bunda Waspada! Sudah 131 Kasus Ginjal Akut Misterius Anak di 14 Provinsi

"Di Agustus ada 35 kasus, dan September sebanyak 71 kasus, dan Oktober hingga tanggal 11 ini ada 9 kasus. Mudah-mudahan menurun dan hilang," rincinya.

Dengan demikian, dr Eka mengingatkan agar para orang tua memahami gejala dari gangguan ginjal akut misterius ini. Paling mencolok ialah intensitas urin berkurang atau sedikit, menurutnya harus diwaspadai.

"Kami imbau kepada orangtua, untuk mewaspadai gejala yang spesfik, yakni penurunan kuantitas urin," tambah dr Eka.

Tambahan informasi, dari kebanyakan anak ditemukan kena sakit ginjal akut mengalami gejala antara lain demam, diare, jumlah pipis menurun. Tak sedikit yang disertai dengan muntah, batuk, pilek, dan gangguan pernapasan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya