Namun menurut CDC, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena pankreas bayi akan merespon kondisi ini dan akan menghasilkan lebih banyak insulin untuk bisa menurunkan kadar glukosa yang tinggi.
Pada sisi lain, kadar gula ekstra pada bayi juga dapat menyebabkan bayi mempunyai lebih banyak energi daripada yang dibutuhkan. Sehingga tubuh bayi dapat merespon dengan menyimpan energi ekstra sebagai lemak (makrosomia) atau bayi gemuk.
Selanjutnya untuk pengobatan, dijelaskan lebih lanjut, diabetes gestasional biasanya akan menghilang setelah sang ibu melahirkan. Tapi yang harus diingat, ini tidak mutlak selalu terjadi pada beberapa kasus ibu hamil yang sudah melahirkan pun tetap mengidap diabetes jenis ini.
Maka dari itu, sebaiknya saat hamil memang sudah melakukan tindak pencegahan. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut, sebagai langkah pencegahan diabetes gestasional, wanita mengandung perlu melakukan lebih sering pemeriksaan prenatal dan melakukan pemeriksaan status darah.
Selain itu, ibu hamil juga bisa melakukan diet sehat dan olahraga teratur untuk membantu mengendalikan gula darah. Program diet yang tentunya sudah dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, mengingat ada beberapa ibu hamil yang memerlukan obat tambahan untuk mencapai tingkat gula darah normal.
BACA JUGA:Apa Penyebab Bayi dari Ibu Pengidap Diabetes Lebih Besar?
BACA JUGA:Benarkah Minum Segelas Susu Sehari Bantu Kurangi Risiko Diabetes?
(Rizky Pradita Ananda)