Dia perlahan mulai bisa menerima kondisi anaknya. Namun, titik itu bukanlah tujuan akhir. Sylvia mengatakan, menerima kenyataan justru bagian paling mudah. Setelah itu ada perjalanan panjang yang lebih berat: apa yang harus dilakukan setelah menerima kondisi anak. "Keluarga harus bertahan, tapi setelah bertahan harus berjalan," kata Sylvia.
Perjuangan mengasuh anak dengan kebutuhan khusus justru jadi tahapan lebih berat. Orangtua, kata Sylvia, harus punya pengetahuan mengenai kondisi anak. Perlu juga biaya besar untuk memberikan terapi. Orangtua juga perlu mencurahkan energi besar untuk membesarkan anak dengan kebutuhan khusus.
Meski Marvin menjalani terapi di klinik, itu saja tidak cukup. Menurut Sylviana, kunci mengajarkan anak berkebutuhan khusus ada di orangtua.
Orangtua perlu menerapkan apa-apa yang diajarkan terapis. Itu sebabnya, Sylviana harus pontang-panting membagi waktu antara kuliah, bekerja, dan mengasuh Marvin. Kebetulan, karena satu dan lain hal, Sylvia kini berperan sebagai orangtua tunggal bagi kedua anaknya.
Sylvia menceritakan bagaimana ia perlahan-lahan berusaha mengajarkan Marvin kemandirian. Energi dan waktu yang tercurahkan tidak sedikit. Urusan mengajarkan buang air besar di toilet saja misalnya, Sylvia perlu waktu hingga 2 bulan ketika usia Marvin sudah menginjak tujuh tahun. "Itu susahnya kayak apa ya, bener bener nguji kesabaran banget. Ada satu momen dia enggak ngerti apa itu BAB, bayangkan kotoran itu sampai ada di tembok," kenangnya.
Sylvia mencatat semua hal mengenai Marvin, mulai dari apa yang disuka dan yang tidak disuka, hingga aktivitas apa saja yang sudah bisa dilakukan Marvin secara mandiri. "Punya anak autis membuat saya lebih rapi. Saya orangnya berantakan dan random," kata wanita yang aktif di berbagai kegiatan kerelawanan ini.
Beruntung, Sylvia mendapat dukungan dari ayah sambungnya. Hal yang sebelumnya tidak pernah ia perkirakan. Terelebih, mereka punya keyakinan yang berbeda. Ayahnya lah yang menjaga Marvin ketika Sylvia tidak bisa mendampingi. Keluarga semacam itulah yang menjadi suport system-nya.