Kebanyakan Minum Es Teh Kekinian Terlalu Manis Berbahaya, Waspadai Efek Diabetes ke Ginjal!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Rabu 28 September 2022 16:00 WIB
Es teh kekinian terlalu manis (Foto: Delish)
Share :

SAAT ini sedang heboh es teh kekinian yang terlalu manis. Jika dikonsumsi terus-menerus, dan tidak diimbangi dengan olahraga dan gaya hidup sehat, dampaknya bisa berbahaya. Salah satunya terkena diabetes.

Hal yang membahayakan lagi, penderita diabetes berisiko terkena diabetes nefropati atau penyebab munculnya penyakit ginjal. Oleh karena itu, semua penderita diabetes harus mengambil langkah awal saat terdiagnosis dan mengelola gula darah.

 

Dr Ravi Bansal, Konsultan Senior Ahli Ginjal dan Transplantasi Ginjal Dokter PSRI Hospital-New Delhi mengatakan, penderita diabetes harus tahu tentang penyakit yang sering mengintainya. Hal ini bisa memunculkan kesadaran diri untuk selalu mengontrol gula darah.

Faktor risiko diabetesi yang menderita diabetes nefropati

Jika Anda penderita diabetes berarti Anda berisiko untuk terkena penyakit ginjal. Hal itu bisa terjadi karena Anda memiliki gangguan genetik. Selain itu, hipertensi atau tekanan darah tinggi juga meningkatkan risiko untuk seseorang mengalami diabetes nefropati.

Diabetes nefropati lebih mungkin terjadi bagi mereka yang kurang memantau kadar glukosa, hemoglobin A1C, khususnya jika fungsinya diatas 11 persen.

Mengapa penderita diabetes rentan terhadap penyakit ginjal?

 BACA JUGA:Sering Minum Es Teh Kekinian yang Sangat Manis, Salah Satu Dampaknya Bisa Obesitas!

Dalam tubuh manusia ada dua buah ginjal. Masing-masing terdapat satu juta acerca yang disebut nefron. Setiap nefron terdiri dari filter yang meliputi pembuluh darah kecil. Air yang mengandung kotoran akan dipisahkan darah melalui filter dan diarahkan ke dalam tubulus.

Munculnya penyakit ginjal disebabkan kerusakan pembuluh darah kecil akibat tingginya gula darah. Kerusakan ini bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi bocor atau dalam beberapa kasus menghentikan fungsi kerja, bahkan membuat fungsi kerja ginjal jadi kurang efisien. Tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit ginjal.

Kondisi ini bisa terjadi karena sistem renin-angiotensin yang membantu mengatur tekanan darah mengalami gangguan. Sehingga pada akhirnya penderita diabetes mengalami nefropatik diabetes.

Diabetes nefropati terjadi terus menerus meskipun penderita diabetes sudah mendapatkan pengobatan. Meski begitu, mengambil langkah pengobatan tentu membantu mengurangi kerusakan organ.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya