PEMANDANGAN dari jendela pesawat memang selalu membuat takjub. Namun, pernahkah Anda berpikir kenapa jendela pesawat selalu berbentuk oval.
Ternyata, di balik desainnya yang unik, bentuk jendela pesawat yang bulat dapat membantu menjaga keselamatan penumpang.
Melansir dari The Sun, Sabtu (24/9/2022), pesawat awalnya memiliki jendela berbentuk persegi, tetapi setelah terjadi dua kecelakaan hebat, bentuk jendela pesawat kemudian diubah.
Pada 10 Januari 1954, penerbangan 781 lepas landas dari Bandara Ciampo, Roma menuju London dengan membawa 35 penumpang dan awaknya.
Setelah 15 menit mengudara, jet de Havilland Comet hancur di langit dan jatuh ke laut Mediterania. Kecelakaan tersebut menewaskan semua orang yang berada dalam pesawat.
Kecelakaan kedua terjadi beberapa bulan setelahnya, yang mengakibatkan 21 penumpang tewas, ketika penerbangan 201 South African Airways terbang dari London menuju Johannesburg, jatuh di laut.
Mayat yang ditemukan menunjukkan cedera kepala dan paru-paru, sama seperti yang terjadi di penerbangan 781.
Jendela pesawat yang saat itu berbentuk persegi memegang peran besar dalam lelehan logam yang menyebabkan kecelakaan, mengakibatkan dekompresi eksplosif dan pesawat hancur di udara.
Sudut tajam jendela membuat logam di sekitarnya berada di bawah tekanan ekstra di ketinggian, sebanyak dua atau tiga kali lipat lebih besar daripada tempat lain di pesawat.
Tekanan terkonsentrasi di empat sudut setiap jendela menyebabkan lelehan logam.