JAKARTA- Selepas senja, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, cukup ramai. Warga yang datang ke sana berjalan kaki melewati trotoar dari arah Stasiun Kota, Selasa (13/9/2022). Sorotan lampu hias di sekitar jalur pedestrian semakin mempercantik arsitektur bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda.
Hari itu, Tri (38) bersama rekannya datang mengunjungi Kota Tua, karena penasaran ingin melihat langsung wajah kawasan yang baru direvitalisasi ini. Mereka menyempatkan waktu mengunjungi Kota Tua dari kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, sepulang kerja. Dari tempatnya bekerja, mereka menggunakan kereta Commuter Line menuju Stasiun Kota.
"Kawasan wisata Kota Tua yang juga merupakan ikon kota Jakarta kini terlihat lebih nyaman, ramah pejalan kaki, dan bebas polusi. Apalagi kalau datang pagi, segar udaranya. Mau wisata ke Kota Tua juga gratis dan hemat biaya transportasi. Kalau mau ke sini, tinggal naik commuter line, turun di Stasiun Kota," jelas Tri yang tinggal di Kramat Raya, Jakarta Pusat, kepada Okezone.
Kawasan Kota Tua setiap hari ramai dipadati pengunjung, setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi membukanya kembali untuk umum usai direvitalisasi, Sabtu (10/9/2022).
Kawasan yang dipadati bangunan berusia lebih dari tiga abad ini dinamakan Batavia. Walau mencerminkan masa lalu yang bernilai sejarah, konsepnya mencerminkan kota modern masa depan. "Dalam proses revitalisasi, seluruh jalan yang sebelumnya dilewati kendaraan pribadi ber-BBM, disulap menjadi pedestrian untuk pejalan kaki dan pesepeda. Pasalnya, kawasan Kota Tua telah disiapkan untuk zona rendah emisi," ungkap Anies.
Sebelum pembukaan kembali kawasan ini, Gubernur Anies meninjau progres revitalisasi Kota Tua sebagai model Kota Masa Depan. Ia beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta meninjau kesiapan infrastruktur, untuk menunjang kegiatan masa depan perkotaan di Kawasan Kota Tua. Rute peninjauan dimulai dari Jembatan Kota Intan, Kali Besar Utara, Kali Besar Selatan, Pintu Besar Utara, Plaza Transit BEOS, hingga ke Plaza Lada, pada Jumat(26/8/2022).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anies menyatakan, sebagai model Kota Masa Depan, revitalisasi Kota Tua dirancang untuk menghadirkan kawasan wisata yang memanusiakan pejalan kaki, berorientasi pada mobilitas yang aktif dan setara untuk semua, serta ramah lingkungan (emisi rendah). "Ke depan kita akan menyaksikan kawasan baru yang mewakili Jakarta masa depan. Mulai di tempat ini kita ingin melihat kawasan yang memprioritaskan pejalan kaki, naik kendaraan umum, tanpa kendaraan pribadi, sehingga memunculkan rasa kesetaraan," ujarnya.