2. Hilangkan kata ‘patuh’ dalam janji pernikahan: Dalam janji pernikahan di Kerajaan Inggris, mengucap janji sehidup semati dalam tali pernikahan, sudah menjadi tradisi turun temurun pengantin wanita harus mengatakan kata ‘patuh’ untuk berjanji mematuhi suaminya. Namun, saat Diana menikah dengan Pangeran Charles pada 1981, kata itu tidak ia ucapkan. Diketahui, Diana menghapus kata ‘patuh’ dan lebih memilih untuk berjanji akan mencintai, menghibur, menghormati, dan menjaganya di kala sakit serta sehat. Meskipun hal itu mendobrak atau bahkan melanggar tradisi Kerajaan Inggris. Kata-kata yang diucapkan Diana itu diambil dari Buku Doa Umum Anglikan tahun 1662.
3. Pakai baju hitam: Bagi keluarga Kerajaan, menggunakan pakaian hitam adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Kecuali, ketika sedang ada dalam masa berkabung. Ratu Elizabeth II dan keluarga yang lain lebih memilih menggunakan pakaian dengan warna terang agar mudah dikenali. Namun, Putri Diana mengabaikan hal itu dan justru menggunakan gaun hitam untuk menghadiri sebuah acara penting. Mengutip Express, diam-diam Diana hadir dalam pesta di Royal Opera House, London, dengan gaun hitam yang sangat sensional. Pilihan outfit yang bikin terkejut tapi mendapat respon positif dari masyarakat dunia. Tak heran, ia menjadi ikon fesyen hingga saat ini.
4. Pilih model cincin dari katalog: Ketika resmi bertunangan dengan Pangeran Charles, Diana terlihat mengenakan cincin sapphire dan berlian berwarna biru yang sangat cantik (yang sekarang dimiliki sang menantu, Kate Middleton). Dalam tradisi Kerajaan, cincin pertunangan biasanya dibuat khusus dan eksklusif. Namun, tidak dengan Diana yang lebih memilih cincin pertunangan dari koleksi katalog perhiasan Garrard. Ia menentukan pilihannya, setelah melihat-lihat katalog koleksi rumah perhiasan tersebut.
(Rizky Pradita Ananda)