Indonesia Kita Ke-37 Tampilkan Perempuan-Perempuan Pilihan dalam Format Ludruk

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Selasa 13 September 2022 20:29 WIB
Foto: Dok Indonesia Kita
Share :

Tapi ketenangan dan kenyamanan itu mendadak terguncang: ada yang hamil. Bagaimana mungkin? Apakah itu keajaiban? Mukjizat? Apalagi saat muncul isu, bahwa kehamilan yang ajaib itu adalah pertanda akan datang semacam "Juru Selamat" atau "Ratu Adil" sebagaimana telah diramalkan. Isu ini pun banyak yang mempercayainya. Semua kehebohan itu pun mengguncang tatanan.

Ternyata di balik kemapanan dan ketertiban ada rahasia yang disembunyikan, misteri yang berusaha terus diselubungi. Misteri apakah itu? Perselingkuhan? Pembunuhan berencana? Upaya rekayasa atau penghilangan bukti dan saksi? Ataukah perseteruan para petinggi berebut pengaruh kekuasaan?

Lakon yang diproduksi oleh Kayan Production ini ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor dan menampilkan pendiri Indonesia Kita, Butet Kartaredjasa, dan para pemain panggung Indonesia, yaitu Dira Sugandi, Rieke Diah Pitaloka, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Rosianna Silalahi, Sruti Respati, Wisben, Joned, Sri Krishna Encik, Mia Ismi, Merlyn Sopjan, SAHITA dan Catur Benyek Kuncoro. Suguhan tari yang dikoreografi oleh Maria Bernadeta Aprianti (Etty Kajol) dan iringan musik yang diaransemen oleh Bintang Indrianto dan Koor oleh Bianglala Voices juga semakin mewarnai pementasan ini. Selain itu, pementasan ini juga semakin meriah dan unik, karena seluruh pemain yang tampil, baik itu pemain laki-laki, akan muncul dalam karakter perempuan.

Atas lakon yang kali ini diusung, pendiri Indonesia Kita, Butet Kartaredjasa menyatakan bahwa inilah untuk kesekian kali, Indonesia Kita menggelar lakon yang dipersembahkan bagi para perempuan. Di antaranya Nyonya-Nyonya Istana (2012), Nyonya Nomor Satu (2015), dan Princess Pantura (2018).

“Lakon ini memperlihatkan sekaligus menyadarkan kita, pernahkah kita memberikan kesempatan yang layak dan sepantasnya kepada perempuan untuk mengemban tanggung jawab politik dan pemerintahan. Di sisi lain, lakon ini juga memetaforakan situasi yang mengajak kita bertanya apakah situasi dominasi satu pihak menjadi jawaban untuk meraih kehidupan bernegara yang aman sentosa dan sejahtera?,” ujar Butet Kartaredjasa.

Butet Kartaredjasa juga menambahkan Bukankah negara ini dibentuk dengan landasan Bhinneka Tunggal Ika, yang memberikan tempat bagi keberagaman.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya