Ketika Presiden Perancis Charles de Gaulle mengumumkan bahwa negaranya akan meninggalkan aliansi pada pertengahan tahun 60-an, pasukan Kanada terpaksa meninggalkan kota untuk pergi ke pangkalan Jerman.
Meski tidak ada lagi permintaan suku cadang, pemilik garasi tetap menyimpannya sebagai koleksi yang memenuhi lahan kosong di hutan serta tanah di sekitar bengkelnya.
“Pemiliknya mulai menutup bisnisnya seiring bertambahnya usia, tapi dia tidak sepenuhnya pensiun. Mobil-mobil yang baru di tahun 1950-an sekarang menjadi mobil klasik dan koleksinya tersebut menarik perhatian dari Belgia dan dari beberapa negara tetangga,” jelas Ronan.
Toko itu masih dibuka ketika pemiliknya meninggal sekitar delapan tahun lalu.
Sayangnya, pengunjung yang ingin menjelajahi pemakaman mobil Chatillon harus kecewa. Mobil-mobil tersebut sudah dibersihkan dari hutan pada tahun 2010 karena asalan lingkungan, jadi hanya beberapa bagian mobil yang tersisa.
Mobil-mobil tersebut juga telah hancur karena elemen dan beberapa bagian mobil diambil oleh pengunjung sebagai kenang-kenangan.
(Salman Mardira)