PERNAH dengar pemakaman mobil? Ya, bukan cerita dongeng. Sebuah hutan di dekat Kota Chatillon, Belgia dipenuhi banyak bangkai mobil selama hampir 70 tahun. Lokasi ini dijuluki sebagai pemakaman mobil Chatillon.
Menurut cerita yang beredar, mobil-mobil tersebut adalah milik para tentara Inggris yang ditempatkan di dekat kota Chatillon selama Perang Dunia II. Mereka terpaksa meninggalkan mobil-mobil tersebut setelah jatuhnya NAZI.
Melansir dari Mirror, Selasa (13/9/2022), kondisi mobil yang ditinggal pemiliknya tersebut menarik perhatian banyak orang terutama para pencinta otomotif.
Mereka rela mengunjungi Chatillon, menyadari ada cerita yang tidak sesuai dengan apa yang mereka lihat di sana.
Kebanyakan mobil yang ditinggal tersebut adalah Pontiac Chieftain tahun 1953, Renault Dauphine dan Ford Thunderbird, dibuat jauh setelah jatuhnya Kekaisaran Ketiga (Rezim Nazi).
Penasaran dengan perbedaan antara narasi dengan kondisi mobil-mobil tersebut mendorong Ronan Glon untuk mengunjungi Chatillon.
Ia menemukan bahwa mobil-mobil tersebut ditinggalkan oleh tentara yang berangkat, bukan mereka yang bertempur selama peperangan.
Pemilik mobil-mobil tersebut adalah pasukan Kanada yang bertugas di dua pangkalan angkatan udara yang berjarak 161 km dari Chatillon, yang dibangun pada pertengahan abad ke-50 setelah pembentukan NATO.
Banyak dari mereka yang pindah ke kota Virton. Saat itu, kota tersebut masih berada di era keemasannya. Pasukan yang berdatangan ke kota tersebut membawa banyak uang, serta kecintaan pada es mengarahkan mereka untuk membangun gelanggang es, dan mobil-mobil besar Amerika.
Bengkel mekanik di Chatillon adalah satu-satunya yang tahu cara memperbaiki kendaraan besar. Namun, mesin Eropa dan Amerika tidak cocok di sini, jadi pemiliknya mulai mengumpulkan mobil Yankee tua untuk suku cadang.
Puncaknya, ada sekitar 500 mobil yang tersebar di sekitar Chatillon dan juga hutan.