Hasil penelitian menunjukkan 41,4 persen penderita stroke telah menerima suntikan, dibandingkan dengan 40,5 persen dari kelompok yang tidak mengalami stroke. Meskipun risikonya tampak sedikit lebih besar pada kelompok yang mendapat vaksin flu, catatannya di sini adalah banyak pasien yang umurnya sudah lebih tua dan punya penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, yang merupakan faktor risiko utama stroke.
Berdasarkan hasil yang ada, peneliti mengklaim bahwa penelitian ini hanya observasional, yang berarti peneliti tidak dapat membuktikan bahwa vaksin flu pasti mengurangi risiko terkena stroke. Tetap ada faktor-faktor lain yang berpotensi juga turut berperan di dalamnya dan tetap diperlukan lebih banyak penelitian lainnya.
“Untuk bisa mengurangi risiko stroke, dengan cara sederhana seperti melakukan vaksin flu itu sangat menarik. Studi observasional ini menunjukkan, bahwa orang yang sudah terima vaksin flu memiliki risiko stroke yang lebih rendah, ujar Dr. Francisco de Abajo, selaku salahs atu peneliti.
(Rizky Pradita Ananda)