Hasil ini semakin diperkuat oleh penelitian sebelumnya, yang juga telah menemukan bahwa flu itu sendiri dapat meningkatkan risiko stroke. Peneliti mengungkapkan bahwa melakukan vaksin flu mungkin hanya membantu menghentikan orang terinfeksi flu, tetapi secara teori mungkin ada cara terpisah vaksin bekerja untuk mengurangi risiko stroke.
Hal ini juga didukung oleh penelitian terbaru yang ada, yakni penelitian yang dilakukan dengan mengamati 14322 orang yang mengalami stroke iskemik, jenis stroke yang paling umum yang disebabkan oleh bekuan darah yang mempengaruhi aliran ke otak.
Para penelitin mencocokkan ini dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 71610 orang yang belum pernah terkena stroke. Kemudian diamati lah, para pasien telah menerima suntikan flu setidaknya dua minggu sebelum terkena stroke, atau sebelum tanggal yang sama bagi mereka yang tidak menderita.
BACA JUGA:Benarkah Flu Burung akan Pandemi Selanjutnya? Simak Pendapat Ahli!
BACA JUGA:Ribuan Warga Bandung Positif HIV, Benarkah Gejala HIV Mirip Flu?