"Vaksin Qdenga diberikan pada kelompok usia 6-45 tahun dalam 2 dosis dengan interval pemberian 3 bulan antar dosisnya. Melalui injeksi secara subkutan pada otot lengan bagian atas," bunyi keterangan resmi BPOM.
Sementara itu, pemberian izin edar vaksin Qdenga oleh BPOM disebutkan sudah sesuai dengan persyaratan untuk vaksin baru yang mengacu pada standar WHO.
"Didasarkan pada hasil evaluasi terhadap data-data hasil uji pre-klinik, hasil uji klinik, dan data-data uji mutu vaksin mulai dari bahan awal, proses pembuatan antigen, hingga produk vaksin yang dihasilkan," tambah Kepala BPOM, Penny Lukito.
(Rizky Pradita Ananda)