“Dia adalah seseorang yang tidak mudah menerima pujian. Tetapi dia telah menjadi kekuatanku dan mempertahankan semua ini.
6. Kuatnya Ikatan Cinta
Meski sempat ditimpa kabar perselingkuhan, namun pada akhirnya Pangeran Philip membuktikan kesetian dan cintanya pada sang istri, Ratu Elizabeth II hingga akhir hayatnya. Sama seperti penilaian sang mendiang ayah mertuanya, Raja George VI.
7. Dikarunia Dua Anak
Usai menikah, pengantin baru ini tinggal selama beberapa tahun di Malta, lokasi Pangeran Philip bertugas. Kemudian Philip dan Elizabeth dikarunia dua orang anak, Pangeran Charles dan Putri Anne. Di usia pernikahan kelima, ayah Elizabeth, Raja George jatuh sakit dan meninggal pada tahun 1952.
8. Menikah Di Usia Muda
Philip diperkenalkan dengan Putri Elizabeth dari Inggris yang berusia 13 tahun ketika dia sedang melakukan tur di lapangan. Sejak saat itu, konon katanya sang bangsawan tampan sudah terpesona dengan Putri Elizabeth dan tak pernah memikirkan perempuan lain. Seperti kebanyakan kisah cinta klasik lainnya, keduanya mulai bertukar surat selama bertahun-tahun di masa-masa peperangan.
9. Sempat Ditolak
Siapa sangka, terlepas dari kisah cinta Philip dan Elizabeth yang mulus. Awalnya ada beberapa penolakan tentang pernikahan keduanya. Banyak yang beranggapan bahwa sosok Philip terlalu kasar, terlalu Jerman, terlalu Yunani. Tapi Putri Elizabeth bersikukuh dengan hubungannya dengan Philip. Sampai akhirnya dibuat pengumuman resmi dibuat pada Juli 1947, dengan nama belakang Anglicized baru Philip yakni Mountbatten. Beberapa bulan kemudian, dia melepaskan haknya atas tahta Yunani dan Denmark.
Empat bulan kemudian, 20 November 1947 Pangeran Philip dan Putri Elizabeth menikah di hadapan 2000 orang di Westminster Abbey. Saat itu, ayah Elizabeth, Raja George VI memuji sosok Philip yang berani tetap menikahi Elizabeth dengan kondisi mengetahui suatu saat Elizabeth lah yang menjadi Ratu dan memimpin kerajaan Inggris. Tapi Raja George VI menilai, Pangeran Philip adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Ratu Elizabeth II tak hanya sebagai istri tapi juga pemimpin tertinggi Inggris.
10. Saling Bertukar Surat
Pasangan itu saling bertukar surat. Pada tahun 1946, Philip, yang saat itu berusia pertengahan 20-an, diberi izin oleh Raja George VI untuk menikahi putrinya, dengan syarat mereka menunggu hingga Elizabeth berusia 21 tahun.
(Rani Hardjanti)