8. Tinggi kolesterol: Kadar kolesterol yang tinggi, berkontribusi pada penebalan atau pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) yang disebabkan karena penumpukan plak (endapan zat lemak, kolesterol, dan kalsium). Menumpuknya plak di bagian dalam dinding arteri inilah yang bisa menurunkan jumlah aliran darah ke otak. Stroke terjadi jika suplai darah ke otak terputus.
9. Jarang dan kurang olahraga
10. Obesitas alias kegemukan
11. Konsumsi berlebihan alkohol: Minum lebih dari dua 2 minuman alkohol per hari meningkatkan tekanan darah.
12. Orang yang mengonsumsi narkoba: Penyalahgunaan obat IV (intravena) membawa risiko tinggi stroke akibat pembekuan darah (emboli serebral). Kokain dan obat-obatan juga dikaitkan erat dengan stroke, serangan jantung, dan banyak masalah kardiovaskular lainnya.
13. Irama jantung tidak normal: Orang yang memiliki detak jantung yang tidak teratur (fibrilasi atrium), adalah faktor risiko jantung yang paling kuat.
14. Kelainan struktur jantung: Katup jantung yang rusak (penyakit jantung katup) jadi penyebab kerusakan jantung jangka panjang (kronis). Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa meningkatkan risiko stroke.
(Rizky Pradita Ananda)