Merasa Kasihan ke Pelaku Kejahatan, Empati Biasa atau Stockholm Syndrome?

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 05 September 2022 19:00 WIB
Ilustrasi pelaku kejahatan, (Foto: Freepik)
Share :

SAAT mendengar tindak kriminal atau kejahatan, biasanya sebagian orang akan merasa kasihan atau berempati dengan korban.

Eits, tapi jangan salah! Nyatanya, rasa kasihan ini pada sebagian orang justri ditujukan kepada pelaku kejahatan tersebut. Contohnya yang sedang ramai di pemberitaan saat ini, sosok Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Chandrawathi yang menjadi tersangka atas kasus pembunuhan dari Brigadir J.

Jika dilihat di linimasa sosial media, ada beberapa orang yang merasa kasihan dengan dua orang tersebut karena berbagai faktor. Mulai dari karena dipecat dari pekerjaannya sebagai polisi, adegan pelukan Ferdy dan Putri, hingga karena para tersangka harus berpisah dari anak-anaknya.

Merasa kasihan dan berempati terhadap pelaku kejahatan ini cukup familiar dalam dunia psikologi, yakni disebut sebagai Stockholm Syndrome. Mengutip WebMD, Stockholm syndrome merupakan bentuk mekanisme koping (Coping Mechanism) untuk melindungi diri dari trauma.

Rasa lelah untuk melawan kondisi juga bisa menjadi penyebab munculnya sindrom ini. Stockholm syndrome, adalah bentuk pemakluman atas perbuatan jahat yang dilakukan pelakunya, sehingga menimbulkan rasa empati.

Nah, patut diketahui perbedaan empati biasa dengan apa itu Stockholm syndrome. Sindrom Stockholm, secara umum ada tiga gejalanya yakni memiliki simpati pada perbuatan dari orang yang melakukan tindakan kejahatan, perasaan positif terhadap para penculik atau pelaku kekerasan dan terakhir ada perasaan negatif terhadap polisi atau figur otoritas lain yang menangkap si pelaku kejahatan tersebut.

Sindrom ini bahkan juga bisa dialami oleh korban kekerasan itu sendiri. Sayangnya, sejauh ini belum ada penelitian lebih lanjut mengapa orang yang menjadi korban kekerasan bisa bersimpati terhadap pelaku kejahatan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya