KENAIKAN harga BBM yang dimulai sejak 3 September 2022, secara otomatis akan memengaruhi harga komoditi kebutuhan hidup lainnya, salah satunya bahan-bahan makanan pokok.
Bahkan, pedagang warteg dikabarkan akan menaikkan harga makanan imbas dari kenaikan harga BBM ini. Nah, siapa sih yang suka jika harga-harga makanan dan kebutuhan jadi melonjak naik?
Lantas bagaimana solusinya? Disampaikan Suaimi Suriady, Ketua Program Indofood Riset Nugraha (IRN), Pangan alternatif dari kearifan lokal yang bisa dijadikan makanan utama bagi masyarakat, dianggap bisa jadi salah satu solusi.
"Kekayaan alam Indonesia sangatlah luas, bnayak sebetulnya pangan dari kearifan lokal yang bisa dikembangkan menjadi sumber pangan dan berpotensi jadi sumber pangan fungsional," terang Suaimi, dalam webinar virtual belum lama ini.
Dengan hadirnya keanekaragaman pangan dari kearifan lokal di tengah masyarakat, ini bukan hanya menjadi solusi ketika ada kenaikan harga BBM seperti sekarang, tapi juga diharapkan bisa memperbaiki kesehatan masyarakat.
Terlebih, pangan yang dihasilkan berada dekat dengan lingkungan masyarakat, sehingga beberapa kendala bisa diminimalisir. Pangan alternatif pengganti nasi dari kearifan lokal itu bisa berupa ubi, pisang, sagu, kentang, hingga jagung.
Sebagai informasi, Indonesia sendiri memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman.
Dengan potensi bahan pangan yang sangat besar itu, masyarakat Indonesia seharusnya mampu melakukan diversifikasi pangan yang tidak hanya terpaku pada satu jenis makanan pokok. Ini pun memungkinkan keluarga bisa punya solusi dari masalah harga BBM naik seperti sekarang.
Mahasiswa diharapkan ikut berkontribusi dalam menghadirkan solusi pangan dari kearifan lokal ini lewat penelitian di program IRN. Dari hasil penelitian tersebut, akan didapat sumber pangan yang nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Dengan keterlibatan mahasiswa dalam mencari solusi pangan ini, diharapkan mahasiswa secara aktif berkontribusi menyelesaikan masalah soal pangan di tengah kondisi sekarang," tambah pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tersebut.
BACA JUGA:4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Beli Makanan dan Minuman Kemasan
BACA JUGA:Turunkan Gula Darah, Penderita Diabetes Perlu Coba Konsumsi 5 Makanan Ini
(Rizky Pradita Ananda)