Saat itu tak ada pramugara yang bertugas, yang ada hanya kru kabin wanita. Mau tak mau mereka menyanggupi permintaan tersebut dengan menutup alat kelamin si pria dengan sehelai handuk.
Setelah selesai buang air, alih-alih segera keluar dari toilet dan kembali ke bangku penumpang, penumpang ini justru meminta pramugari untuk mengelap bokongnya. Mereka pun terpaksa melakukan hal menjijikan tersebut.
Dari kejadian tersebut, pekerja mendesak EVA Air untuk membuat regulasi baru agar penumpang dengan keterbatasan fisik didampingi oleh pengasuh atau keluarga. Sementara kru kabin tidak diwajibkan menerima tuntutan tak pantas dari penumpang.
(Salman Mardira)