2. Udara kering
Saat udara di kamar tidur terlalu kering, tenggorokan juga akan menjadi kering di pagi hari. Saat malam hari produksi air liur memperlambat, sehingga udara kering hanya memperburuk ketidaknyamanan tenggorokan.
Beberapa orang mungkin berpikir hal ini dapat mengatasinya adalah diatasi dengan menaikkan suhu. Sayangnya, udara panas dan kering tidak hanya membuat lebih sulit untuk tidur, melainkan juga meningkatkan risiko keringat malam yang menyebabkan dehidrasi.
3. Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai refluks asam yang terkenal membuat tenggorokan sakit saat bangun. Kondisi itu terjadi ketika asam lambung kembali ke kerongkongan.
Nyeri dada yang disebabkan GERD dapat menyebar ke leher dan tenggorokan. Selain itu, gejala lain seperti suara serak, mual, muntah, bau mulut, dan erosi gigi juga dapat dirasakan.
4. Alergi
Alergen umum seperti jamur, bulu hewan peliharaan, debu, dan serbuk sari menyebabkan gejala tidak nyaman yang mengganggu tidur. Mata berair, hidung meler, dan tenggorokan gatal kerap menjadi gejala alergi.
Gejala alergi lain seperti bersin dan batuk semakin memperburuk ketidaknyamanan tenggorokan dan mengganggu tidur malam.
5. Masalah tidur terkait pernapasan
Mendengkur dan obstructive sleep apnea (OSA) adalah beberapa masalah tidur terkait pernapasan yang umum dikaitkan dengan sakit tenggorokan saat bangun.