Waspada, Malnutrisi pada Bayi Bisa Terjadi sejak Dalam Kandungan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Selasa 30 Agustus 2022 20:39 WIB
Penyebab stunting bisa sejak dalam kandungan (Foto: Healthline)
Share :

STUNTING masih menjadi masalah kesehatan yang belum tuntas hingga kini. Namun berbagai pihak membantu percepatan penurunan stunting dengan berbagai cara.

Berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI), angka stunting di Indonesia sebanyak 27,67 persen pada tahun 2019. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menargetkan prevalensi stunting di Indonesia berada di bawah 14 persen di 2024.

Head of Kalbe Nutritionals Research Center PT Kalbe Farma Tbk, dr. Iwan Surjadi Handoko menjelaskan, stunting adalah kondisi adanya gangguan tumbuh kembang anak. Ditandai dengan tinggi badan usia lebih dari 2 tahun tidak sesuai dengan yang seharusnya, atau berada di bawah pita hijau pada kurva perbandingan tinggi badan dengan umur.

“Stunting terjadi karena adanya kekurangan nutrisi yang berulang atau berkepanjangan, sehingga disebut dengan sindrom atau kumpulan gejala, bukan penyakit,” ujarnya dalam Instagram Live @ptkalbefarmatbk.

dr Iwan menambahkan, waspadai malnutrisi pada bayi bisa terjadi sejak dalam masa kandungan, karena itu penyebab stunting.

Pada masa kehamilan, sang ibu mengalami kekurangan gizi atau asupan nutrisi. Sang ibu bahkan sering menjalani pola makan tidak tidak teratur.

"Ini mengakibatkan ibu sering sakit flu, batuk, diare, sehingga penyerapan ibu untuk janin kurang baik," kata dr Iwan.

Isu stunting menjadi fokus program Kalbe Farma yang menggandeng Universitas Yarsi. Sasarannya membidik suatu daerah di Kresek, Tangerang.

Daerah ini relatif dekat dengan Jakart, maka lebih mudah untuk koordinasi. Selain itu, sudah ada kesiapan infrastuktur, yakni Puskesmas yang bekerja sama hingga kader penyuluhan.

Untuk fasilitas edukasi, pengukuran parameter gizi, serta penyaluran produk susu untuk ibu hamil sudah dipersiapkan. Program ini untuk awalnya dilakukan selama enam bulan terhadap 60 ibu hamil.

“Kita coba untuk melihat apa dampaknya, dari awal sampai setelah enam bulan. Kalau di-review dan makin baik, kita akan implementasikan di tempat lain. Kita mengharapkan, di akhir kita bisa lihat apakah status gizi ibu betul bisa menjadi baik. Juga begitu melahirkan, anak-anaknya dalam kondisi optimal, berat badannya pun ideal,” pungkas dr. Iwan.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya