SUARA jantung juga saling berkaitan dengan iramanya. Ada bunyi jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat, ataupun tidak teratur. Sebenarnya kita tidak bisa mendengarkan bunyi irama jantung hanya mengandalkan telinga. Namun, tak ada salahnya untuk memahami suara normal jantung dan yang tidak lewat ulasan berikut.
Bunyi jantung dapat diperiksa melalui stetoskop. Jantung yang normal seharusnya berbunyi “lub” dan “dub”. Bunyi “lub” terdengar saat katup mitral dan trikuspid menutup. Sementara, bunyi “dub” terdengar saat katup aorta dan pulmonal menutup. Apabila ada bunyi lain selain itu, namanya bunyi jantung abnormal.
Untuk mengetahui apakah suara jantung normal atau tidak, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter menggunakan stetoskop, seperti dilansir dari KlikDokter.
Waspadai Bunyi Jantung Abnormal
Bunyi jantung abnormal bisa disebabkan masalah di katup jantung, infeksi di jantung, dan gangguan irama jantung. Berikut beberapa bunyi jantung abnormal yang sering ditemukan:
- Bunyi friction rub seperti gesekan kertas dapat disebabkan gesekan di lapisan perikardium dan ditemukan pada pasien perikarditis
- Bunyi murmur yang mirip suara mendesis
- Bunyi gallop seperti telapak kaki kuda dapat dialami pasien gagal jantung
Denyut jantung normal saat kamu tidak aktif bergerak jumlahnya di sekitar 60-100 denyut per menit. Kondisi tersebut disebut detak jantung istirahat.
Saat kamu bergerak aktif, jantung dapat berdetak lebih cepat guna mendistribusikan lebih banyak oksigen ke otot-otot tubuh yang sedang bekerja. Jadi, semakin keras tubuh bekerja, semakin cepat jantung berdetak.
Misalnya, detak jantung kamu saat berlari akan jauh lebih cepat dibanding saat berjalan. Apabila berolahraga, detak jantung bisa mencapai 160 denyut per menit atau lebih. Kemudian, ada hal lain yang dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, misalnya konsumsi kafein, nikotin, narkoba, dan beberapa jenis obat (seperti beta blocker).