Di Indonesia sendiri telah terjadi beberapa kasus DBD pada beberapa provinsi setiap tahun, dengan yang terbesar terjadi pada tahun 1998 dan 2004. Kasus tersebut mengakibatkan 79.480 kematian dan 800 kematian, bahkan banyak lagi.
2. Flu Singapura
Pada sebagian besar kasus, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan khusus karena gejalanya akan mereda setelah 7–10 hari. Namun, untuk meredakan keluhan dan mempercepat pemulihan, dokter akan meresepkan sejumlah obat diantaranya paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan demam dan mengurangi rasa nyeri.
Salep kulit, untuk mengurangi keluhan pada kulit, termasuk ruam, lepuh, dan gatal di kulit. Selain itu, tablet isap juga bisa digunakan untuk mengurangi nyeri tenggorokan.
Flu Singapura dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan benda-benda di sekitar yang bisa menjadi media penularan penyakit ini. Beberapa cara yang dapat dilakukan dan diajarkan kepada Anda dan anak.
3. Penyakit Kolera
Kolera merupakan penyakit infeksi akut, di antaranya disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi penderita. Bakteri ini mengeluarkan racun di saluran usus, menyebabkan diare dengan muntah yang banyak.
4. Penyakit Pes
Sebagai negara yang pernah dijajah Belanda, Indonesia pernah mengalami wabah Pes tahun 1905 yang berasal dari tikus yang dibawa kapal-kapal Belanda. Sekitar 40 tahunan lamanya penyakit Pes menyerang beberapa daerah termasuk Pulau Jawa. Sampai akhirnya dilakukan vaksinasi DDT Spraying.