"Gizi dan zat besi pada ibu hamil harus tercukupi. Programnya adalah kita kasih makan yang cukup, untuk melaksanakan ini kita butuh bantuan Pemda. Kita juga memberikan USG ke seluruh puskesmas, kita wajibkan ibu-ibu datang minimal 6 kali selama 9 bulan, untuk melihat perkembangan janinnya cukup atau tidak. kalau tidak kita bisa segera lakukan intervensi,” katanya.
Sementara upaya ketiga, dikatakan pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan. Menurutnya, protein hewani ini tidak perlu yang mahal, bisa didapatkan di sekitar kita.
Guna memastikan intervensi berjalan optimal, untuk remaja putri, pemberian TTD dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin dalam darah menggunakan alat HB meter. Alat cek HB ini telah tersedia dan siap didistribusikan ke seluruh puskesmas di Indonesia.
BACA JUGA:Hari Anak Nasional, Masih Stunting Masih Jadi Persoalan Utama
“Pemerintah pusat sudah membeli 10 ribu HB Meter mobile untuk seluruh puskesmas, yang bisa dibawa ke sekolah-sekolah untuk mengikuti apakah udah cukup zat besinya. Kalau belum berarti setiap hari harus minum TTD,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)