RIA Ricis baru saja melahirkan bayi perempuan pertamanya pada Selasa 26 Juli 2022. Ricis diketahui melahirkan sang anak pertama, lewat operasi sesar.
Tidak hanya air ketubannya yang berkurang drastis di usia kehamilan ke-38 minggu, Ricis juga mengungkapkan sebelum melahirkan ternyata ia mengalami masalah ari-ari. Akhirnya setelah berkonsultasi pada empat dokter sekaligus, Ricis diputuskan untuk melahirkan dengan operasi sesar.
Gangguan atau masalah ari-ari alias placenta disorders, seperti yang dialami oleh Ricis biasanya terdeteksi lewat pemeriksaan USG pada trimester kedua, yakni saat usia kehamilan memasuki 18 sampai 20 minggu.
Kelainan plasenta sendiri, terbagi dalam beberapa jenis yakni plasenta previa, plasenta akreta, plasenta inkreta atau plasenta perkreta. Merangkum laman resmi Beth Israel Deaconess Medical Center, Jumat (29/7/2022), berikut ulasan singkat jenis-jenis gangguan ari-ari pada saat kehamilan.
1. Plasenta previa: Ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh area serviks. Ibu hamil yang mengalami plasenta previa di awal kehamilan, biasanya tidak menjadi masalah. Namun tetap bisa menyebabkan pendarahan serius dan komplikasi lain di kemudian hari. Plasenta previa ini juga yang bisa jadi dalang terjadinya perdarahan selama kehamilan dan selama persalinan.
2. Plasenta akreta, inkreta dan perkreta: Saat ari-ari menempel terlalu dalam ke dinding rahim, ini disebut plasenta akreta, inkreta atau perkreta. Gangguan ini disebut punya tingkat keparahan dan kedalaman perlekatan plasenta. Wanita hamil dengan gangguan ari-ari akreta, inkreta dan perkreta berisiko mengalami pendarahan dan komplikasi selanjutnya. Sang bayi juga harus dilahirkan dengan operasi caesar lebih cepat beberapa minggu sebelum tanggal due date. Pada titik ini, karena plasenta akan susah memisahkan dirinya sendiri dari dinding rahim, makanya sering kali dibutuhkan prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim.
3. Plasenta inkreta dan perkreta: Terjadi saat ari-ari tumbuh di tengah dinding rahim dan menempel pada otot rahim. Dari semua kasus akreta, inkreta dan perkreta, jenis inkreta ini terjadi sampai 15 persen pada wanita hamil. Sayangnya, gangguan ari-ari jenis ini diketahui lebih sering tanpa gejala selama kehamilan. Walau bisa juga terjadi pendarahan di vagina saat usia kehamilan masuk trimester ketiga.
BACA JUGA:Apa Itu Gangguan Ari-ari? Faktor Penyebab Ria Ricis Harus Melahirkan Sesar
BACA JUGA:Studi: Gangguan Kecemasan Orang Tua Bisa Diturunkan ke Anak
(Rizky Pradita Ananda)