2. Plasenta akreta, inkreta dan perkreta: Saat ari-ari menempel terlalu dalam ke dinding rahim, ini disebut plasenta akreta, inkreta atau perkreta. Gangguan ini disebut punya tingkat keparahan dan kedalaman perlekatan plasenta. Wanita hamil dengan gangguan ari-ari akreta, inkreta dan perkreta berisiko mengalami pendarahan dan komplikasi selanjutnya. Sang bayi juga harus dilahirkan dengan operasi caesar lebih cepat beberapa minggu sebelum tanggal due date. Pada titik ini, karena plasenta akan susah memisahkan dirinya sendiri dari dinding rahim, makanya sering kali dibutuhkan prosedur histerektomi atau pengangkatan rahim.
3. Plasenta inkreta dan perkreta: Terjadi saat ari-ari tumbuh di tengah dinding rahim dan menempel pada otot rahim. Dari semua kasus akreta, inkreta dan perkreta, jenis inkreta ini terjadi sampai 15 persen pada wanita hamil. Sayangnya, gangguan ari-ari jenis ini diketahui lebih sering tanpa gejala selama kehamilan. Walau bisa juga terjadi pendarahan di vagina saat usia kehamilan masuk trimester ketiga.
BACA JUGA:Apa Itu Gangguan Ari-ari? Faktor Penyebab Ria Ricis Harus Melahirkan Sesar
BACA JUGA:Studi: Gangguan Kecemasan Orang Tua Bisa Diturunkan ke Anak
(Rizky Pradita Ananda)