Nah, prosedur untuk membuat suaranya lebih feminin disebut prosedur feminisasi suara. Lalu apa sih risiko prosedur feminisasi suara?
Dilansir dari Mayo Clinic, operasi suara transgender biasanya berfokus pada perubahan nada agar lebih feminin. Untuk feminisasi suara, fokus operasi adalah untuk meningkatkan nada bicara yang biasa dan mengurangi kemampuan untuk menghasilkan suara bernada rendah.
BACA JUGA:Lucinta Luna Sering Lakukan Operasi Plastik, Ini 4 Cara Mengatasi Body Dysmorphic Disorder
Risiko prosedur voice feminization yakni, pembedahan dapat menyebabkan suara menjadi terlalu tinggi atau sangat kasar, serak, tegang, atau terengah-engah sehingga membuat komunikasi menjadi sulit. Apalagi hasil dari sebagian besar operasi feminisasi suara, bersifat permanen.
Karena operasi feminisasi suara hanya akan mengubah nada suara, mungkin pasien harus perlu melatih vokal lainnya agar suaranya makin bagus.
(Dyah Ratna Meta Novia)