Kebo bule juga memiliki andil dalam menentukan lokasi baru untuk keraton. Hal itu karena Keraton Kartasura telah luluh lantak saat geger pecinan, leluhur kebo bule ini pun dilepas. Mereka diikuti oleh para abdi dalem.
Singkat cerita, kebo bule itu berhenti di lokasi yang kini menjadi Keraton Kasunanan Surakarta. Nama Kiai Slamet sendiri sebenarnya merupakan nama dari salah satu pusaka berbentuk tombak milik Keraton Kasunanan yang sering dibawa berkeliling tembok Baluwarti oleh Paku Buwono X.
Saat kirab keliling tembok Keraton, Paku Buwono X selalu ditemani kebo bule yang mengikuti di belakangnya. Karena rutinitas yang kerap dilakukan inilah kemudian berubah menjadi sebuah tradisi yang terus dilestarikan oleh kerabat keraton hingga saat ini.
(Kurniawati Hasjanah)