Jelang 1 Suro, Begini Kisah Mistis di Balik Misteri Kematian Kebo Bule Keraton Solo

Bramantyo, Jurnalis
Senin 25 Juli 2022 03:05 WIB
Kebo bule di Keraton Solo (dok MPI/Ahmad Antoni)
Share :

Dalam tradisi di Solo, kebo bule menempati barisan terdepan sebagai cucuk lampah barisan kirab. Bahkan kirab tidak akan terlaksana jika kebo bule tidak keluar dari kandangnya.

Sebelum kirab, sang pawang mengawali dengan ritual terlebih dahulu. Dengan dikawal pawangnya yang berpakaian putih, celana hitam, ikat kepala, samir, summing gajah ngoling (rangkaian bunga melati yang dipasang di telinga).

Kebo-kebo ini terlebih dahulu disuguhkan ubo rampe berupa kembang hingga meminum kopi yang dihidangkan oleh abdi dalem.

Usai makan sesaji, rombongan kebo bule yang menjadi cucuk lampah kemudian pergi. Iringan peserta kirab pun dimulai. Begitu keramatnya kebo ini, masyarakat selalu berebut kotoran kebo yang berjatuhan selama kirab. Mereka meyakini adanya berkah bagi siapa saja yang mendapatkan kotoran kerbau.

Tak hanya kotoran, kembang yang tak dihabiskan oleh hewan pusaka serta air minum kerbau ini pun tak luput dari serbuan warga.

Dihimpun dari referensi laman keraton yang mengutip dari buku Babad Sala karya Raden Mas (RM) Said yang dikenal sebagai Adipati Mangkunegaran atau Mangkunegara I mengisahkan bila Kebo ini merupakan hadiah dari Bupati Ponorogo Kiai Hasan Besari Tegalsari saat itu pada Paku Buwono II saat mengungsi ke Ponorogo. Pada zaman Keraton Mataram kuno.

Kala itu, Paku Buwono II masih tinggal di Keraton Kartasura. Paku Buwono II terpaksa mengungsi ke Ponorogo karena kondisi Keraton Kartasura yang tengah bergejolak akibat geger pecinan. Setelah geger pecinan berhasil ditumpas, dan Keraton Kartasura berhasil direbut kembali, Paku Buwono II ini pun membawa hadiah dari Bupati Ponorogo kembali ke Keraton kartasura.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya