"Termasuk juga pendamping pasien atau keluarga pasien dan tentunya semua petugas PPIH Bidang kesehatan,” imbuh Maman.
Sebagai informasi, untuk penyelenggaraan haji tahun ini, terdapat dua inovasi yang dilakukan di bagian gizi. Pertama ada pemberian snack untuk pasien di poli risiko tinggi KKHI Makkah sebelum fase Armuzna. Kemudian, ada juga pemberian konsultasi gizi lewat Whatsapp untuk jemaah haji di kloter melalui Tenaga Kesehatan haji (TKH) Kloter.
Dia juga menambahkan bahwa setiap harinya, pasien mendapatkan tiga kali jatah makan, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam. Serta dua kali snack yaitu snack pagi dan snack sore. Bagian gizi KKHI Makkah pun menyediakan makanan bagi jemaah haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
BACA JUGA:Segini Kalori Pepaya 100 Gram, Beneran Kaya Gizi?
BACA JUGA:Ahli Gizi Minta Lansia Batasi Asupan Gula Garam Lemak
(Rizky Pradita Ananda)