Menurut dia, mengenali kondisi tubuh masing-masing sangat penting sebelum melakukan diet, salah satunya terkait genetik tubuh.
"Jadi mereka (pasien) melakukan diet berdasarkan hasil pemeriksaan genetik. Ada orang yang 'Kok mereka bisa diet seperti itu tapi saya enggak?' Itu karena perbedaan genetic," jelasnya.
Baca juga: Rahasia Berat Badan Citra Kirana Turun 21 Kg Tanpa Diet Ketat Usai Melahirkan
Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan genetik, orang juga bisa mengenali risiko penyakit yang ada pada tubuh mereka. Misal, ada mereka yang harus berhati-hati dengan kafein.
"Contoh kopi (kafein). Kafein disebutkan bisa menurunkan risiko sakit jantung. Oke, 50 persen dapat keuntungan dari kafein, tapi 50 persen lainnya dapat penyakit dari kafein. Jadi bedanya ada pada kondisi genetik tubuh, ada yang berisiko, ada juga yang tidak (berisiko)," ujarnya.
Baca juga: Sedang Menjalani Diet, Ini 5 Buah yang Cocok Dikonsumsi
Ia melanjutkan, jika mereka mengonsumsi kopi lebih dari 2 gelas per hari, risiko terkena penyakit diabetes, jantung, gagal ginjal, dan hipertensi akan naik.
"Risiko penyakit itu ditentukan oleh diri kita sendiri. Mau cepat dirawat agar tidak makin parah atau mau ditunda, semua tergantung kita," tutupnya.
(Hantoro)