Masing-masing mangku adat dan atau anaknya, menggendong air dari tujuh sumber mata airsebelum dikumpulkan menjadi satu di dalam makom.
Ritual adat Ngayu-Ayu berasal dari kata Ng= Ngumpulkan, A= Aik (Air), Y= Yaitu, U= Upacara, A= Adat Y= Yang U= Utama/pertama.
"Jadi Ngayu-Ayu maknanya mengumpulkan 13 mata air, dimana artinya upacara adat yang "Utama atau pertama", tutup Mahli.
Untuk diketahui, yang turut hadir dalam acara tersebut. Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lotim H Rumaksi beserta Forkopimda, Camat Sembalun dan tokoh masyarakat setempat.
Sementara para Sultan dan Ratu ikut serta hadir dalam acara itu sebanyak 40 orang termasuk dari Kerajaan Malaysia.
Berikut nama-nama sultan yang hadir yakni. 1.Sultan Demak, DYMM Surya Alam 2. Sultan Bintan, Huzrin Hood 3. Panembahan Demak, Ki Begug Purnomosidi, 4. Sultan Paser XVIII, Dr. Andrian Sulaeman, 5. R. Guntur Sukarnoputra, Tokoh Nasional, 6. Kandjeng Resi Mas’ud Thoyib, Sekjend Cendekiawan Keraton, 7.Kandjeng Resi Agus Firmansyah, Padepokan Sunda Bogor.
8.Kandjeng Anton MS, Majelis Ajaran Asli Nusantara, 9. Sultan Purnama Agung, Ferizal Ridwan, Minangkabau 50 Kota,
10. Sultan Sepuh Arianatareja, Jaenudin II Cirebon, 11. Pemangku Sultan Ternate, Boki Ratu Nita Budhi Susanti Mangaloa, 12. Tuanku Sultan Khalifah Raja Parit Batu Pasaman Kehasilan Kalam, Ym Ir. Riza Syahran Gani, 13. Raja Timbangaten, Prof. Dr. Asep Achmad Hidayat, 14. Raja Tiworo, Omputo Sangia Sidamangura II, La Ode Soleh Mangkauwany.
15.Resi Agung Mataram, Kandjeng Resi Herbayu, Padepokan Mangkubumi,16. Dato Seri Paduka Ramle, Malaysia, 17. Pangeran Syamsurizal, Kerajaan Mempawah Kalbar, 18.Pangeran Putri Herlina Kamal, Kandjeng Putri Kailas – Bali, 19. Pangeran Putri Zumi Kamal, Kandjeng Putri Kailas - Bali, 20. Bangsawan Yogyakarta, Roni Ningrat Kusumo, 21.Bangsawan Yogyakarta, Dr. Susetyowati ( Sekjend Dewan Adat Keraton Indonesia), 22. Kandjeng Imam Asih, Cilacap (Gerakan Kebajikan Nasional), 23. Raja Ponorogo, Heri Singodimedjo 24. Raja Istano Puti Ambang Bulan, Yudilfan Habib Datu Monti, 25. Pemangku Adat Luwu Sulsel, Opu Lete, 26. Bundasuri Mangkunegaran Solo, Prof. Erna Santoso, 27. Mahapatih Mangkualaman, KPH Mentarum.
28. Putra Mahkota Kerajaan Pajang, 29. Bangsawan Bulungan, Andi Tamsil, 30. Bangsawan Laiwoi, Anakia Sophan Suryanto, 31. Bangsawan Gowa, Andi Muh. Fadli Krg. Matarang, 32. Bangsawan Mempawah Kalbar, Pangeran Syamsulrizal, 33. Bangsawan Palembang, Ratu Ayu Marlina ( Diaspora Australia), 34. Bangsawan Palembang, Dr. can. Prihatin Kusdini, SH, MH, 35. Dr. Sri Herowanti Susilo, SE, SH, MH, PERHAKHI.
36.Spiritualis Internasional, Biang ( Belgia), 37. Edwin Fauzi Malaka, Sapati Ranometo Sultra, 38. Paguyuban Giri Samodra Nusantara, YM Henny Afrianty Layangsari Ayu, 39. Mohamad Rasanjon Bin Md Yunus. (Cultural Development, Malaysia), dan 40. Drs. H. Sukarja, M.Pd, Budayawan Yogyakarta.
(Salman Mardira)